Senin, 20 Februari 2012

Alat-alat Tangan

Seorang teknisi auto bodi memerlukan berbagai macam alat bantu dalam mengerjakan perbaikan kendaraan. Dalam bengkel bodi kendaraan  (auto body) biasanya memiliki peralatan kerja hidrolik, pneumatik, car lift, peralatan kelistrikan maupun alat-alat tangan. Jumlah dari peralatan tidak hanya bijian, namun kadang ratusan alat yang dimiliki. Namun demikian penataan alat sangat diperhatikan dan dimasukkan dalam kategori tempat yang sudah ditentukan. Misalnya saja, alat tangan dikumpulkan dan disimpan dalam kotak alat tertentu, alat-alat penumatik dalam kotak tersendiri dan lain sebagainya. Dengan penataan ini maka dalam menggunakan maupun merawat alat akan lebih baik. Alat tangan adalah alat bantu yang sangat penting dan selalu digunakan oleh mekanik dalam melaksanakan pekerjaan servis ketika membuka, mengencangkan, melepaskan, merakit, maupun menyetel berbagai komponen kendaraan. Peralatan tangan pada perbaikan bodi kendaraan yang utama adalah palu dan dolly. Walaupun peralatan lain banyak yang digunakan, namun seorang ahli perbaikan bodi, haruslah menguasai ketrampilan dalam menggunakan palu dan dolly. Untuk
mempermudah pekerjaan, kemudian peralatan tangan bertambah banyak  untuk kesempurnaan dan kemudahan dalam perbaikan bodi. Bab ini menguraikan beberapa alat tangan yang sering digunakan
dalam pekerjaan bodi kendaraan, meliputi obeng, kunci-kunci, alat pemotong, palu, dolly, pahat, penitik, skrap, ragum dan sebagainya. Untuk menjaga keawetan alat tangan ini, diperlukan pengetahuan dari mekanik
terhadap karakteristik alat, cara menggunakan alat serta perawatan alat yang dilakukan.
Obeng
Fungsi dari obeng adalah alat tangan untuk mengencangkan atau melepaskan baut atau sekrup pada bidang tertentu.  Ada 3 jenis obeng, yaitu obeng biasa, obeng offset dan obeng ketok.  Ketiga jenis obeng ini memiliki ujung positif (+) dan ujung negatif   (-), dengan beberapa ukuran, lancip, sedang dan tumpul.
Obeng biasa memiliki konstruksi yang terdiri dari pemegang, batang dan ujung (kepala). Pemegang dari obeng ada yang  fixed atau mati, tetapi ada pula yang dapat dilepas. Demikian pula ujung dari obeng,
saat ini banyak beredar obeng yang dapat diganti ujungnya, sedangkan pemegang dan batangnya  fixed. Dalam menggunakan obeng, gunakan jenis dan ukuran yang tepat, karena bila tidak, maka akan merusak atau membuat cacat baut, skrup atau bahkan obeng itu sendiri. Obeng offset merupakan obeng khusus, dimana bilahnya sekaligus menjadi tangkai. Kedua ujung dari obeng ini memiliki mata dengan bentuk positif (+) dan ujung negatif (-). Obeng jenis ini digunakan untuk membuka atau mengencangkan baut/ mur pada daerah yang sulit dijangkau dengan obeng biasa. Gambar 5.4. Bentuk Mata Obeng Obeng ketok memiliki fungsi yang sama dengan obeng lainnya, namun digunakan untuk membuka atau mengencangkan baut dan mur yang memiliki kekencangan pengerasan yang tinggi. Prinsipnya adalah menggunakan tenaga kejut dalam membuka baut atau mur dari komponen. Konstruksinya terdiri dari pemegang yang mempunyai
penyetel untuk mengencangkan atau mengendorkan baut, kemudian hub (sambungan) dan mata obeng, juga dengan beberapa ukuran, tumpul, sedang dan lancip. Cara menggunakan obeng ketok adalah dengan
memastikan mata obeng terpasang kuat pada baut/ mur kemudian memasang hub dan pemegang, serta memukul pemegang obeng dengan mendadak sehingga mata obeng akan berputar untuk mengencangkan
atau membuka baut.
Kunci Pas dan Ring
Kunci pas dan kunci ring digunakan untuk mengencangkan atau membuka baut atau mur yang berbentuk segi enam  (hexagonal)  dari komponen kendaraan. Ukuran kunci pas dan ring biasanya memiliki ukuran metrik dengan kombinasi  (dalam mm) 6-7, 8-9, 10-11, 12-13, 14-15, 16-17, 18-19, 20-22, dan 24-27.  Namun ada juga kombinasi kunci bawaan kendaraan memiliki kombinasi  (dalam mm)  terdiri dari 10-12, 14-
17. Ada juga ukuran kunci dalam satuan inggris inchi (in). Pada penggunaannnya, usahakan selalu menggunakan kunci sesuai dengan ukuran yang tepat, karena jika tidak maka akan merusak
kepala baut atau mur, bahkan kunci sendiri juga bisa mengalami kerusakan. Selain itu, sebisa mungkin menggunakan kunci ring terlebih dahulu sebelum kunci pas kalau memungkinkan, sebab kunci ring
memiliki persinggungan 6 titik pada kepala baut/ mur, sedangkan pada kunci pas hanya 2 titik.
Kunci Sock
Seperti halnya alat tangan diatas, kunci sock juga berfungsi untuk membuka atau mengencangkan baut dan mur yang memiliki torsi pengencangan yang tinggi. Penggunaannya harus menggunakan handle
(pegangan) tersendiri. Dalam satu box kunci sock, terdiri dari mata sock, handle serta sambungan-sambungan dan joint.
a.  Mata sock 
Mata sock terdiri dari  sock segi duabelas, segi delapan dan segi enam. Sedangkan variasi bentuknya, ada yang panjang maupun pendek. Biasanya mata sock memiliki ukuran 10-33 mm atau 7/16W-1/4W dan 3/16W-3/4W.
b. Sliding handle
Sliding handle merupakan salah satu alat pemegang mata sock yang yang bisa digeser posisinya sepanjang batang handle. Hal ini menguntungkan apabila digunakan pada area kerja yang sempit.
c. Speed handle
Speed handle memiliki keuntungan bisa memutar baut dengan cepat, karena prinsipnya sama dengan menggunakan bor tangan manual. Untuk baut-baut yang panjang, tidak perlu melepas dan memasang
handle pada mata sock.
d. Ratchet handle
Pemegang mata sock jenis ini memiliki penyetel arah putaran yang mengunci, digunakan untuk membuka atau mengencangkan baut
e. Extension 
Alat ini hanya merupakan alat bantu penyambung antara pemegang (handle) dengan mata sock. Extension ini memiliki panjang yang bervariasi misal 3, 6 dan 12 inchi.
f. Nut spinner
Merupakan alat pemegang (handle) yang memiliki ujung bebas bergerak, yang memudahkan untuk mengencangkan atau membuka baut- baut yang rumit.
g. Universal joint
Kadang kita menemui suatu keadaan dimana saat mengencangkan atau membuka tidak dalam posisi tegak lurus dan kesulitan dalam memutar, hal ini dapat diantisipasi menggunakan universal joint, yang merupakan sambungan multi engsel.
Kunci Heksagonal dan Kunci Bintang
Kunci heksaginal dan kunci bintang pada prinsipnya hampir sama dengan kunci sock atau obeng, berfungsi untuk membuka dan melepas baut/sekrup dengan bentuk kepala heksagonal atau berbentuk bintang.
Kunci tipe ini mempunyai ukuran bebrapa ukuran dan menganut standar metrik dan inchi. Didalam prakteknya penggunaan baut atau sekrup ini sudah sangat luas dalam kontruksi permesinan.
Kunci Inggris
Kunci inggris adalah kunci untuk melepas atau memasang mur/baut yang dapat disetel menyempit atau melebar menyesuaikan dengan ukuran mur atau bautnya. konstruksinya terdiri dari rahang diam,
rahang geser ulir penyetel dan lengan. Apabila ulir penyetel diputar rahang geser akan bergerak menyempit atau melebar.  Penggunaan kunci ini sangat tidak dianjurkan, digunakan hanya pada saat tertentu saja. Melepas atau memasang mur/baut dianjurkan dengan kunci ring atau kunci sock, karena jika terlalu sering
menggunakan kunci inggris dapat mengakibatkan sudut heksagonal mur atau kepala baut lebih cepat tumpul sehingga menjadi bundar (selek). Kunci inggris juga mempunyai nomor ukuran yang menunjukan lebar
jangkauan rahangnya.
Kunci Pipa
Kunci pipa biasa digunakan untuk melapas dan memasang pipa dengan sambungan ulir atau memgang benda silindris lainnya, konstruksinya hampir sama dengan kunci inggris, mempunyai rahang diam dan rahang geser serta ulir penyetel. Perbedaanya pada kedua rahang kunci pipa mempunyai gerigi untuk menahan pipa supaya tidak bergeser/lepas saat dijepit oleh kunci.
Kunci Momen (Torque wrench)
Pada kendaraan, baut dan mur harus dikencangkan sesuai dengan kebutuhan, karena apabila ikatannya tidak kuat maka ikatan akan lepas dan menimbulkan kecelakaan. Demikian juga bila ikatan terlalu kuat
melebihi batas yang diijinkan, baut atau mur akan melebihi batas elastisitasnya dan memungkinkan patah, sehingga juga bisa menimbulkan kecelakaan.
Untuk mengetahui apakah besarnya momen pengerasan sudah tepat atau belum, maka dapat dilakukan menggunakan kunci momen. Sebelum menggunakan kunci momen, baut atau mur terlebih dahulu dikencangkan dengan kunci sesuai dengan kekuatan tangan saja. Saat ini terdapat 3 jenis kunci momen, yaitu tipe penyetel mikrometer (micrometer setting), model batang jarum  (deflecting beam), dan model dial indikator (dial indicating). Tipe penyetel mikrometer diatas memiliki konstruksi hub mata sock, penyetel arah putaran, batang, skala ukur (yang mirip dengan dial indikator) sistem Inggris ataupun metrik, pegangan kunci momen dan pengunci sekaligus alat pemutar yang disembunyikan masuk dalam pegangan kunci momen. Apabila kita menginginkan torsi pengencangan 6 kg/cm2, maka pada ujung pemegang terdapat pengunci yang tarik keluar dan kemudian sekaligus untuk memutar penyetel, sampai menunjukkan angka 6 kg/cm2 , setelah itu kunci dimasukkan kembali. Apabila torsi pengencangan telah melebihi torsi yang kita tetapkan, maka akan terjadi loss (bunyi thek-thek) pada kunci momen tersebut. Gambar 5.26. Kunci Momen Jarum
Tipe batang jarum memiliki konstruksi hub mata sock, jarum penunjuk, skala ukur dan pegangan. Baut yang kencangkan sampai pada skala ukur tertentu, langsung dibaca pada kunci momen yang ditunjukkan oleh jarum. Oleh karena itu perlu ketelitian dan kecermatan dalam mengencangkan baut, sekaligus melihat ukuran torsi pengencangan pada alat. Tipe yang ketiga di atas adalah dial indikator memiliki konstruksi hub mata sock, dial indikator dan pegangan. Hampir sama dengan model batang jarum, torsi pengencangan langsung dibaca pada dial ketika sedang mengencangkan baut atau mur.
Tang
Tang merupakan salah satu peralatan bengkel yang spesial, karena merupakan salah satu kunci yang dapat distel atau diatur. Fungsi dari tang adalah untuk memegang, memotong, melepas dan memasang komponen dan lain sebagainya. Penggunaan tang yang tidak sesuai, misal dipukul, akan merusak alat itu sendiri maupun komponen yang dilakukan perbaikan.  Terdapat beberapa jenis tang diantaranya adalah tang betet  (vise
grip) untuk menahan atau menjepit, menyatukan saat menyambung dengan las, tang potong untuk memotong kawat dan sebagainya, tang poligrip untuk melepas kepala baut yang sudah aus, tang snap ring atau circlip untuk melepas atau memasang circlip, ada dua macam yaitu circlip internal dan circlip external, tang moncong panjang  (long nose/needle nose) untuk menjepit saat melepas/memasang benda-benda kecil yang sulit dipegang oleh tangan,  tang kombinasi mempunyai fungsi lebih beragam bisa memotong, menjepit dan sebagainya merupakan gabungan dari fungsi berbagai jenis tang.
 Gunting dan Pemotong Plat
Pemotong plat ini bisa berbentuk gunting atau cutter atau pisau, yang digunakan untuk memotong plat-plat yang tipis.  Dalam proses perbaikan bodi kendaraan, pemotong plat ini sangat diperlukan bila
melakukan perbaikan-perbaikan kecil atau memperbaiki bodi yang keropos.Sedangkan untuk pemotongan lembaran plat yang tebal menggunakan alat khusus. Ada berbagai macam gunting, baik untuk memotong lurus atau memotong yang berbentuk kurva.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar