Rabu, 08 Februari 2012

Jenis-Jenis Sensor Cahaya

  Banyak peralatan sistem kendali menggunakan sensor cahaya, oleh karena  sensor ini bayak jenisnya. Baik berdasarkan prinsip kerja maupun ukuran sensor ini terdiri dari berbagai jenis, diantaranya adalah :
1.  Dioda foto
2.  Transistor foto
3.  Tabung cahaya berisi gas
4.  Pemfotodaraf
5.  Fotosel 
a. Dioda foto
  Dioda foto memanfaatkan sifat-sifat sel emisi cahaya atau tabung cahaya. Tabung cahaya merupakan sebuah alat pemancar energi yang mengontrol pancaran elektronnya bila dihadapkan ke cahaya yang datang. Kontruksi sebuah dioda foto
b. Transistor Foto
  Sama halnya dioda foto, maka transistor foto juga dapat dibuat sebagai sensor cahaya. Teknis yang baik adalah dengan menggabungkan dioda foto dengan transistor foto.
  Adapun perbedaan karateristik antara dioda foto dan transistor foto adalah sebagai berikut ;
•  Karakteristik transistor foto yaitu hubungan arus, tegangan dan intensitas foto dapat dilihat
•  Kombinasi dioda foto dan transistor dalam satu chip
•  Transistor sebagai penguat arus
•  Linieritas dan respons frekuensi tidak sebaik dioda foto
c. Tabung Cahaya Berisi Gas
  Tabung cahaya berisi gas memiliki kontruksi umum yang sama seperti tabung cahaya vakum, kecuali bahwa penutup berisi gas lamban (biasanya argon) pada suatu tekanan yang sangat rendah. Elektron dipancarkan dari katoda melalui kekuatan  photoelectric  dan mempercepatnya melalui gas dengan memberikan tegangan pada anoda. Jika energi elektron melebihi potensial ionisasi gas (15, 7 V untuk  argon), tumbukan sebuah elektron dan molekul gas dapat menyebabkan ionisasi, yakni pembentukan sebuah ion positif dan sebuah elektron sekunder. Jika selanjutnya tegangan diperbesar melebihi potensial ionisasi, arus yang dikumpulkan oleh anoda bertambah karena jumlah tumbukan antara elektron cahaya (photo-elektron) dan molekul gas lebih banyak. Jika tegangan anoda dinaikkan ke suatu nilai yang sangat tinggi, arus menjadi tidak terkontrol; maka semua molekul gas terionisasi dan tabung memiliki suatu lucutan kilap (glow discharge). Keadaan ini harus dicegah karena dapat merusak tabung untuk seterusnya. Karateristik khas anatara arus dan tegangan untuk berbagai level cahaya
d. Pemfotodarap (Photomultiplier) 
  Untuk mendeteksi level-level cahaya yang sangat rendah, dalam kebanyakan pemakaian diperlukan penguatan khusus bagi arus cahaya. Pemfotodarap atau alat menggandakan cahaya (photomultiplier), menggunakan emisi sekunder untuk memberikan penguatan arus diatas faktor 106 dan berarti menjadi sebuah detektor yang sangat bermanfaat bagi level cahaya yang rendah. Dalam sebuah pemfotodarap, elektron yang dipancarkan oleh fotokatoda diarahkan secara elektrostatik ke sebuah permukaan pancar sekunder yang disebut dynoda. Jika pada dynoda ini diberikan tegangan kerja yang sesuai, tiga sampai enam elektron sekunder dipancarkan untuk setiap elektron primer yang menumbuk dynoda. Elektron sekunder ini difokuskan ke sebuah dynoda kedua dimana proses berulang. Dengan demikian pancaran katoda semula digandakan beberapa kali. 
e. Fotosel
  Fotosel adalah elemen-elemen yang daya hantarnya merupakan fungsi dari radiasi elektromagnetik yang masuk. Banyak bahan bersifat fotokonduktif sampai tingkat tertentu, akan  tetapi yang terpenting secara komersial adalah kadmium- sulfida, germanium dan silikon. Respons spektral dari sel kadmium-sulfida hampir sesuai dengan mata manusia, dan dengan demikian sel ini sering digunakan dalam pemakaian dimana penglihatan manusia merupakan suatu faktor, seperti halnya pengontrolan cahaya jalan atau pengontrol selaput pelangi otomatik pada alat-alat kamera.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar